10 Februari, Perwali 28/2019 Resmi Berlaku

Kantin hingga Pasar Rakyat Tanpa Plastik Sekali Pakai


10 Jan 2020, 09:47:50 WIB

10 Februari, Perwali 28/2019 Resmi Berlaku

Suryanto


balpos.com, BALIKPAPAN-Larangan kemasan berbahan plastik sekali pakai semakin gencar dilakukan. Setelah ritel modern, larangan penggunaan plastik sekali pakai akan diperluas. Larangan itu telah dituangkan Pemerintah Kota Balikpapan dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2019 dan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 28 Tahun 2019.

“Dulu ‘kan ada Perwali Nomor 8 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik Sekali Pakai. Kemudian didukung anggota dewan, yakni adanya Perda Nomor 1 Tahun 2019. Untuk melaksanakan ini, kami keluarkan Perwali Nomor 28 Tahun 2019 tentang Produk/Kemasan Plastik Sekali Pakai,” Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Suryanto.

Kedua peraturan itu, lanjutnya, diterbitkan untuk lebih memperluas pengurangan penggunaan produk atau kemasan plastik sekali pakai. Tidak hanya kantong plastik, namun juga styrofoam, sedotan plastik, dan kemasan plastik sekali pakai.

“Awalnya akan mulai diberlakukan Januari ini. Tapi, karena launching-nya agak molor, maka perwali tersebut akan efektif berlaku pada 10 Februari nanti, bertepatan HUT Kota Balikpapan,” ujar dia.

Pada pasal 3 Perwali 28/2019 dikatakan, jenis produk/kemasan plastik sekali pakai dilarang digunakan di kawasan pusat perbelanjaan, hypermarket, department store, supermarket, retail modern.

Selain itu, ada pula rumah makan/restoran, kantin, toko roti, pasar rakyat, fasilitas umum dan olahraga, tempat ibadah. Selanjutnya di angkutan umum, perkantoran dan tempat lainnya yang ditetapkan wali kota.

“Produk atau kemasan plastik sekali pakai juga dilarang digunakan di kawasan pendidikan dan kawasan wisata yang bernuansa lingkungan hidup,” terang dia.

Peraturan berupa larangan itu merupakan bentuk pencegahan, mengingat banyaknya bahaya yang terkandung dalam plastik. Terkait sanksi, ia berujar, mulai dari pemberian peringatan hingga pencabutan usaha bagi yang melanggar.

“Sanksinya mulai dari teguran hingga pencabutan usaha. Tapi, alhamdulillah, ada beberapa restoran yang tidak menggunakan sedotan plastik,” ujar Suryanto.

Oleh karenanya, perlu kesadaran dari masyarakat selaku konsumen untuk membawa wadah sendiri. Pengurangan kemasan dan produk sampah plastik harus digalakkan, mengingat hal itu akan memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. (dia/vie)

 




Moderated by Admin1


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Kurs Valuta

UPAH MINIMUM TAHUN 2020
Daerah Sektor Nominal (Rp.)
KALTIM UMUM 2.981.378,72
BALIKPAPAN UMUM 3.069.315,66
BERAU UMUM 3.386.593,23
BONTANG UMUM 3.182.706,00
KUBAR UMUM 3.309.555,00
KUKAR UMUM 3.179.673,00
KUTIM UMUM 3.140.098,00
PASER UMUM 3.025.172,00
PPU UMUM 3.363.809,79
SAMARINDA UMUM 3.112.156,40