Balikpapan Bukan Zona Hitam

Penutupan Jalur Ditiadakan, Pemkot Sasar Perkantoran


02 Jul 2020, 13:25:06 WIB

DIBUKA: Penutupan jalan di beberapa persimpangan di Balikpapan sudah tidak diberlakukan lagi sejak kemarin (1/7). Pemkot tetap akan mengevaluasi kebijakan ini jika memang kurang baik.


balpos.com, BALIKPAPAN - Masyarakat dibuat heboh dengan adanya perubahan warna pada peta Covid-19 di Kaltim yang dikeluarkan oleh Pemprov Kaltim. Ya, Kota Balikpapan berubah warna menjadi hitam dari sebelumnya berwarna merah. Tentu hal ini menjadi pertanyaan besar masyarakat mengenai kondisi keamanan di Kota Beriman dari penularan Covid-19. Namun, penjelasan dari Plt.Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Andi Muhammad Ishak mengklarifikasi kesalahan infografis tersebut. Dia mengatakan, Balikpapan tidak disebut zona hitam. Warna yang tertera hanyalah efek gradasi berdasarkan jumlah kasus yang ada untuk membedakan dengan daerah lain.

“Sebenarnya zona itu bukan hitam. Jadi mohon maaf sebenarnya gambar yang ada info grafis itu hanya menandakan degradasi warna berdasarkan jumlah kasus. Jadi bukan tingkat risiko keparahan,” ujar Andi M.Ishak.

Menurutnya, tidak ada zona hitam dalam penetapan kasus penularan. Dia meralat apa yang sudah tampak dalam infografis.

”Sebenarnya kami tidak mengenal zona hitam. Jadi zona yang ada itu hanya merah, oranye, kuning, dan hijau. Nggak ada warna hitam," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Andi Sri Juliarty juga membantah bahwa Balikpapan disebut zona hitam. Pihaknya yang menanyakan langsung kepada Dinkes Pemprov Kaltim bahwa penetapan zona hitam tersebut jangan melihat dari ambang batas jumlah kasus yang ada. Harusnya dinilai dari berapa pasien yang dirawat saat itu. Sebab, data nasional masih mencatat Balikpapan sebagai zona merah, bukan hitam

"Kami menyarankan agar penghitungan itu jangan dilihat dari jumlah kasus menggunakan nilai ambang batas. Misalnya dibatasi 95 kasus atau di atasnya. Sebab jumlah kasus di Balikpapan sudah sampai berjumlah 193 kasus. Kalau dilihat total nilai kumulatif positif, tidak mungkin turun. Berarti akan hitam terus. Jadi harusnya melihat dari berapa jumlah pasien yang dirawat," jelasnya.

Di lain sisi, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menuturkan, zona hitam tidak dibenarkan lantaran telah diklarifikasi oleh Gubernur Kaltim. Meski begitu pihaknya meminta masyarakat agar tetap menaati protokol kesehatan sesuai aturan yang berlaku.

"Sudah dibilang tadi sama gubernur kalau itu bukan zona hitam, Balikpapan masih zona merah," ucap Rizal.

Uniknya, di tengah bertambahnya jumlah kasus Covid-19 di Balikpapan setiap harinya, harusnya pemerintah melakukan upaya penindakan dengan ketat agar tidak terus terjadi penambahan dan klaster baru. Justru kemarin kebijakan penutupan jalan sudah ditiadakan alias sudah tidak dijaga lagi. Pantauan dari media ini beberapa pos penjagaan dibongkar dan ruas penutupan jalan sudah dibuka bebas.

"Tetap kita evaluasi, kalau memang dirasa lebih baik ditutup, ya ditutup. Sementara ini dibuka, nanti akan kita lihat lagi," tuturnya.

Selain itu, kebijakan wajib menggunakan masker yang sebelumnya direncanakan akan dituangkan dalam Perwali sepertinya tidak menemui titik terang. Rizal mengatakan, masyarakat jangan terlalu berpatokan pada aturan yang seharusnya sudah menjadi kewajiban dalam melaksanakannya.

"Tanpa dengan surat edaran kan kewajiban itu tetap melekat, tidak ada perubahan dimanapun dan kapanpun. Semuanya kesadaran bersama, tidak tergantung dari Perwali jadi kewajiban bersama. Jadi kalau ada yang tidak melaksanakan, berarti dia tidak menerapkan protokol kesehatan. Kita belajar dari berbagai daerah dan negara, yang harus kita semangati agar masyarakatnya harus tertib," tuturnya.

Pemkot akan menyasar perkantoran yang erat kaitannya dengan kasus positif. Pihaknya akan melakukan pemantauan langsung penerapan protokol kesehatan di kantor-kantor guna mencegah penularan lebih luas lagi. Diakuinya sudah ada beberapa kantor dan perusahaan yang bersedia untuk dipantau.

"Ya, nanti kami akan ke kantor-kantor mengawasi protokol kesehatannya. Sebab saat ini kantor-kantor itu juga menjadi atensi karena sudah ada kasus-kasusnya," tutupnya. (yad/cal)




Moderated by balpos


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Kurs Valuta

UPAH MINIMUM TAHUN 2020
Daerah Sektor Nominal (Rp.)
KALTIM UMUM 2.981.378,72
BALIKPAPAN UMUM 3.069.315,66
BERAU UMUM 3.386.593,23
BONTANG UMUM 3.182.706,00
KUBAR UMUM 3.309.555,00
KUKAR UMUM 3.179.673,00
KUTIM UMUM 3.140.098,00
PASER UMUM 3.025.172,00
PPU UMUM 3.363.809,79
SAMARINDA UMUM 3.112.156,40