Daun Kering Diolah Jadi Kompos




20 Sep 2019, 11:54:38 WIB

Daun Kering Diolah Jadi Kompos

DAUR ULANG: Ketua RT 47 Telaga Sari, Suratmin memperlihatkan pupuk kompos dari hasil olahan warga.


BALIKPAPAN – Menanggulangi masalah sampah dapat dilakukan dalam berapa ragam dan cara. Terlebih mampu menjadikannya sumber rezeki sebagai salah satu penopang perekonomian sehari-hari. Selain itu dengan mendaur ulang limbah juga mengurangi volume sampah menuju TPA, sehingga yang terbuang hanya residunya.

Seperti yang dilakukan oleh warga RT 47 Kelurahan Telaga Sari, Balikpapan Kota. Dengan melakukan pembuatan kompos padat organik dengan memanfaatkan dedaunan kering. Dan hal itu telah berjalan sekira empat tahun.

“Kami memanfaatkan daun kering. Ini sebagai salah satu bentuk pengurangan limbah di lingkungan. Terutama dedaunan kering yang notabene-nya dibakar warga,” kata Ketua RT 47, Suratmin, Kamis (19/9).

Namun dalam proses pembuatan tersebut dilakukan secara manual. Dikarenakan belum adanya mesin pencacah. Sehingga warga kerap letih, dan terpaksa dilakukan saat terdapat waktu senggang.

“Ini sudah lama, cuma kendala pada mesin. Kalau manual capai. Secara manual itu harus dicacah, dibuat partikel kecil-kecil supaya dia proses pembusukannya lebih cepat. Diman kita menggunakan parang dan dipotong-potong menjadi beberapa bagian kurang lebih empat sentimeter sudah layak untuk dijadikan kompos,” jelas dia.

Jika tak dilakukan pencacahan tentu proses pupuk itu akan memakan waktu yang lumayan lama. Diperkirakan untuk yang melalui proses pencacahan hanya memerlukan durasi 2, 6 bulan tanaman tersebut siap panen.

“Kalau tak dicaca bisa enam bulan, dan hasilnya tak sesuai dengan yang diharapkan. Artinya menghasilkan pupuk yang kualitasnya kurang bagus,” terangnya.

Hingga saat ini, Suratmin menerangkan pupuk organik tersebut pangsa pasarnya masih warga saja. Selain kemasannya masih biasa, yakni pada kemasan plastik yang berukuran 4 kilogram. Serta belum adanya label.

“Labelnya belum ada, kalau menginginkan kemasan yang menarik, memang itu suatu proses. Dan kita tingkatkan kuantitas kompos, serta dibandingkan dengan kompos olahan pabrikan. Sekarang ini sebagian jual ke warga dan memakai sendiri,” tutupnya. (wal/rus)




Moderated by Redaksi


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 3 Komentar untuk Berita Ini

View all comments

Write a comment




UPAH MINIMUM TAHUN 2021
Daerah Sektor Nominal (Rp.)
BALIKPAPAN UMUM 3,069,315
BERAU UMUM 3,386,593
BONTANG UMUM 3,182,706
KUBAR UMUM 3,386,593
KUKAR UMUM 3,179,673
KUTIM UMUM 3,140,000
PASER UMUM 3,025,172
PPU UMUM 3,363,809
SAMARINDA UMUM Update menyusul

Temukan juga kami di