Fondasi Ekonomi Kerakyatan, Holding Ultra Mikro Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat




16 Agu 2022, 09:56:13 WIB

Fondasi Ekonomi Kerakyatan, Holding Ultra Mikro Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

istimewa


BALPOS--JAKARTA - Holding Ultra Mikro (UMi) yang diinisiasi Kementerian BUMN dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. sebagaiinduk dan melibatkan PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dinilai menjadi fondasi ekonomi kerakyatan.

Sebabmelalui Holding UMi, negara hadirmemperkuatekonomimulaidaripemberdayaanpelakuusaha di segmenterkecil. Sebagaiupayapenguatanlandasanekonominasional. Terkaititu Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan konseppemberdayaan ekonomi kerakyatan yang diadopsipihaknyaadadua.

Pertamabagaimana Kementerian BUMN memastikanusahapelaku UMKM dan UMimendapatkanpembiayaan yang sesuaidilengkapidenganpendampingan yang tidakkalahpenting. Kedua, menjagarantaipasok.

“Contohbagaimanakitakonsolidasi BRI, dengan PNM, dan Pegadaian. BRI itukanmemastikan UMKM naik kelas yang tadinya ultra mikro, melalui PNM pinjaman Rp1 juta – Rp4 juta, lalu naik kePegadaian yang pinjamannnyamungkin Rp20 juta – Rp50 juta, nanti naik lagike BRI. Ini yang positifbagaimanamereka punya kesempatanbuat naik kelastetapi tidak hanyata dihanya membiayai, tapi juga denganpendampingan-pendampingan. Ini yang penting,” ujarnyamenegaskan.

Terbukti, lanjut Erick, PNM yang memberdayakan ekonomi kaumibu melalui mekanismegroup lending mengalami pertumbuhan hingga 7,1 jutanasabah.  Pertumbuhan tersebut dicatatkan ketika kondisi ekonomi masih dibayang-bayang ipandemi.

Menurut Erick halitumengin dikasikan terjadi pembukaan lapangan kerja sebanyak 7,1 jutamelalui program PNM setelahtergabungdalam Holding UMi. Karena PNM memperoleh sokongan likuiditas yang kuatdari BRI.

“Belum program-program yang lain (dari BRI dan Pegadaian).  Jadi, fundamental yang kami terus bangun memang di ekonomi kerakyatan. Tidak anti yang besar, yang besarharus kami dorong juga, tetapi kalau sebagai fondasi tidak bisa hanya yang besar, kapitalisdi bilang, oligarkinggak bisa. Kita harus yang ekonomi kerakyatan karenamayoritas di situ,” tutur Erick menekankan.

Oleh karenaitu, Holding UMi yang lahirsejak September 2021 semakin membuktikan kehadiran negara secara langsung untuk mengangkat ekonomi kerakyatan. Di mana perusahaan besar atau korporasi harus bersinergi dengan pelaku usaha yang paling kecilsekalipun.

“Ini yang kami jaga dan sayayakini, pemerintahan Presiden Jokowi fokus bagaiman apembedahan ekonomi kerakyatanini, menjadiplatform yang tepat. Kita tidak mungkin kearah yang menjadi kapitalisoligarki tetapi bagaimana ekonomi kerakyatan sebagai fondasi,” imbuhnya.

Holding UMi pun semakinmenegaskanbahwa BUMN hadirbukansebagai ‘Menara Gading’, namun harus mendorong ekonomi kerakyatan menjaga rantaipasok. Oleh karenaitu, BUMN pun terbuka bekerja sama dengan private sector, swasta, bahkanstrategic partnerdariluar negeri.

“Tetapi harus komitmen dengan ekosistem yang kami bangunataublue printkita. Bukanblue print China, blue print Amerika, tetapiblue print Indonesia,” pungkasnya.

Kinerja Holding UMi

Sementaraitu, Direktur Utama BRI Sunarsomenyampaikan Holding Ultra Mikrotelah menargetkanbisa melayani 55 jutanasabahuntukdiberdayakanhingga 2024. Upaya BRI untukgo smaller pada sektor ultra mikrotidak lepas dari temuanbah wasektor UMKM memiliki multiplier effect yang kuat bagi masyarakat Indonesia.

“Sebanyak 99% entitasbisnis di Indonesia itumerupakan UMKM dan kontribusinyaterhadapProdukDomestikBruto (PDB) mencapai 62%. Dan yang terpentingadalahsektor UMKM bisamenyerap 97,22% tenagakerja di Indonesia. Saya kiraperan kita dalam mendorong ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM dan menai kelas kan mereka,” ungkapSunarso.

Sebagaipendukungutamasektor UMKM, BRI telahberkontribusi 67% terhadapkredit UMKM nasional. BRI punterus mempertajam fokus penyaluran kredit UMKM, tercermin dari komposisikredit UMKM di BRI yang telah mencapai 84%dari total kredit.

Hinggakuartal II-2022, BRI secara konsolidasi berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp.1.104,79 triliunatau tumbuh 8,75% year on year (YoY). Secarakhusus, portofoliokredit UMKM BRI secara konsoli dasiter catat tumbuh sebesar 9,81% year on year (YoY) dari Rp.837,82 triliun di akhirJuni 2021 menjadi Rp.920 triliun di akhirJuni 2022.

Kedepan, Sunarso menyebut Holding Ultra Mikroakan terus difokuskan untuk dapat melayani pelaku usaha ultra mikro yang unbankable. “Strategi yang kami lakukan adalah pemberdayaan usaha melalu igroup lending di PNM. Kemudian kami mengintegrasikan layanan sehingga pelakuusaha ultra mikro yang sudah naik kelas dapat memilihberbagai layanan yang sesuai kebutuhannya, baik pinjaman berbasis gadai di Pegadaian atau kredit di BRI,” terangnya.

Di sampingitu, Sunarsomembeberkan BRI juga senantiasa menerapkan strategi business following stimulus untuk mengeskalasi pemulihan ekonomi. Hal ini tampak dari penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang memberikan dampak positifbagi kesejahteraan masyarakat.

Sebagai gambaran, BRI diberikan kuota penyaluran KUR oleh pemerintah sebesar Rp260 triliunatau 70% dariproporsi KUR nasional. Alokasi KUR BRI tersebut meningkat dibanding kantahun 2021 yang sebesar Rp195,59 triliun, dengan realisas ipenyaluran Rp194,9 triliun.

"Dari riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), setiap nasabah penerima KUR rata-rata mempekerjakan 3 orang. Kemudian masing-masing dari masing-masing 3 orang saja, maka KUR BRI diperkirakanaka nmenyerap 32,1 juta total lapangan kerja di Indonesia,"pungkasnya.(*/han)

 




Moderated by BalPos


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment




UPAH MINIMUM TAHUN 2021
Daerah Sektor Nominal (Rp.)
BALIKPAPAN UMUM 3,069,315
BERAU UMUM 3,386,593
BONTANG UMUM 3,182,706
KUBAR UMUM 3,386,593
KUKAR UMUM 3,179,673
KUTIM UMUM 3,140,000
PASER UMUM 3,025,172
PPU UMUM 3,363,809
SAMARINDA UMUM Update menyusul

Temukan juga kami di