Hasilkan Puluhan Juta dari Usaha Batik Paser

Cerita Sukses Pelaku UMKM di Paser


13 Agu 2022, 07:18:52 WIB

Hasilkan Puluhan Juta dari Usaha Batik Paser

Foto: BATIK PASER: Basriati dengan puluhan motif Batik Paser yang telah diproduksinya. (IST)


TANA PASER- Berawal dari rasa ketertarikan ingin membuat batik, seorang pelaku UMKM asal Kelurahan Tanah Grogot, Kecamatan Tanah Grogot bernama Basriati, sukses meraup puluhan juta rupiah dalam sebulan dari hasil berjualan Batik Paser.

Basriati pemilik Griya Batik Tunjung Langit, yang berada di Jalan Pangeran Mentri Kecamatan Tanah Grogot mengaku menjalani usaha ini kurang lebih selama 10 tahun lalu.

"Kurang lebih 10 tahun saya telah menjalani usaha ini," kata Basriati, Jumat (12/8).

Basriati menjelaskan, awal mula menjalani usaha batik ini, berawal dari ketertarikan ingin membuat batik dengan motif asli paser dan kebetulan ditempat suaminya bekerja sering mengadakan pelatihan-pelatihan.

"Ditempat suami saya bekerja selalu mengadakan pelatihan, kebetulan ada pelatihan pembuatan batik saya langsung ikut dan belajar membuat batik," jelasnya.

Basriati melanjutkan, namun meskipun telah mengikuti pelatihan tersebut, tidak langsung bisa membuat batik, selanjutnya ia memutuskan untuk magang salah satu rumah produksi pembuatan batik yang ada di Kota Solo, Jawa Tengah.

"Gak langsung bisa saya bikin batik, makanya saya putuskan untuk magang di Solo, setelah magang baru bisa membuat batik sendiri," akunya.

Batik yang dibuat kata Basriati, khusus motif asli Kabupaten Paser dan sangat berbeda dengan batik Jawa. Motifnya benar-benar mengambil dari daerah Paser.

"Motifnya beda ini motif Paser sangat beda dengan batik dari Jawa," ujarnya.

Basriati mengaku, selama 10 tahun menjalani usaha batik Paser, kendala yang sering dialami yakni, bahan bakunya yang tidak ada di jual di Kaltim, hanya ada di luar Kaltim dan pemerintah daerah juga sempat memberikan bantuan peralatan membatik pada awal-awal ia menjalani usaha batik Paser.

"Kendalanya cuman bahan bakunya saja yang tidak ada jual disini, semuanya kami datangkan dari Jawa semuanya bahan bakunya," akunya.

Basriati mengatakan, dalam 1 bulan dari hasil batiknya yang ia produksi dengan 8 karyawan di rumah produksi batik Paser, mampu terjual 300 potong setiap bulan, dengan penghasilan bersih yang diterima mencapai Rp.10 juta setiap bulan.

"Alhamdulilah omset bersih diterima sekitar Rp. 10juta setiap bulan, namun sempat sepi pada saat 2 tahun pandemi Covid 19 melanda, alhamdulilah sekarang sudah mulai normal kembali," ucapnya.

Untuk peminatnya kata Basriati, tak hanya di Paser saja, namun sampai keluar daerah Paser seperti Samarinda dan Balikpapan. Ia juga memasarkan batiknya secara online, banyak para cukup banyak peminatnya.

"Banyak tamu dari luar Paser datang kesini untuk mencari batik di Griya Batik Tunjung Langit, imbuhnya.

Basriati berharap dengan banyaknya peminat batik Paser ini, pemerintah daerah agar dapat membantu memperkenalkan serta memasarkan agar batik Paser ini kedepan semakin berkembang dan banyak dikenal orang banyak.

" Harapannya pemerintah daerah juga turut memperkenalkan batik asli Paser ini agar banyak dikenal orang," harapnya.(tom/han)




Moderated by Admin Sosmed BalPos


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment




UPAH MINIMUM TAHUN 2021
Daerah Sektor Nominal (Rp.)
BALIKPAPAN UMUM 3,069,315
BERAU UMUM 3,386,593
BONTANG UMUM 3,182,706
KUBAR UMUM 3,386,593
KUKAR UMUM 3,179,673
KUTIM UMUM 3,140,000
PASER UMUM 3,025,172
PPU UMUM 3,363,809
SAMARINDA UMUM Update menyusul

Temukan juga kami di