Ibu Muda Dijajakan Rp 1,9 juta Sekali Kencan




14 Jan 2020, 15:14:02 WIB

Ibu Muda Dijajakan Rp 1,9 juta Sekali Kencan

UNGKAP: Polisi mengungkap kasus prostitusi yang melibatkan seorang muncikari dan menjajakan seorang IRT muda berusia 20 tahun.


balpos.com, TANJUNG REDEB - Satu praktik prostitusi di Kabupaten Berau berhasil diungkap jajaran Satreskrim Polres Berau. Seorang muncikari berinisial Yn (32) diamankan di Kecamatan Sambaliung, karena menjajakan seorang wanita muda berinisial As (20) yang berstatus ibu rumah tangga (IRT). As dikenai tarif Rp 1,9 juta setiap kali "dipakai" pria hidung belang yang berminat. Dari tarif tersebut Yn memperoleh keuntungan.

Polres baru saja merilis pengungkapan kasus ini meskipun sudah mengamankan pelaku pada Rabu (8/1) lalu. Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning Wibowo, melalui Kasatreskrim AKP Rengga Puspo Saputro, menyebutkan tengah melakukan penyidikan terhadap pelaku.

Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui bahwa Yn terbukti menjajakan As kepada laki-laki dan menerima imbalan atau keuntungan dari setiap transaksi. Sampai saat ini, As disebut merupakan korban dengan status IRT.

“Jadi As ini merupakan korban,diketahui juga bahwa dia merupakan IRT," ungkap Rengga.

Kasus ini terungkap setelah ada informasi dari warga yang mengetahui adanya praktik prostitusi disekitarnya. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh polisi dengan melakukan penyelidikan.

"Ternyata Yn ini sudah sering menyediakan jasa PSK terhadap pria hidung belang,"ungkapnya lagi. Biasanya, Yn dihubungi pria hidung belang yang sudah mengenal atau tahu bahwa Yn bisa menyediakan. Setelah disediakan, transaksi dan selesai eksekusi baru ada pembagian antara dirinya dan As.

Saat diamankan, Yn ternyata baru saja usai melakukan transaksi jasa PSK yang dijajakannya. Selain pelaku, As yang disebut sebagai korban juga ikut diamankan dari salah satu hotel untuk keperluan pemeriksaan polisi.

Polisi ikut mengamankan uang tunai sebesar Rp 1,9 juta sebagai barang bukti hasil transaksi. " Ada bukti berupa kwitansi juga, termasuk bukti chat pelaku yang mengarah pada praktik prostitusi itu," jelas Rengga lagi.

Kepada polisi, pelaku mengaku hanya menerima sebesar Rp 100 ribu atas jasanya menjajakan kliennya. Sementara Rp 1,8 juta merupakan jatah As.

Polisi sampai saat ini masih melakukan pendalaman terhadap kasus prostitusi ini. Selain itu untuk mengungkap kemungkinan adanya praktik lain selain yang dilakukan oleh Yn. (as/kpg/cal) 




Moderated by adminbp


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment