Inovator Paser Juara Harapan I TTG Nasional




21 Sep 2021, 09:31:07 WIB

Inovator Paser Juara Harapan I TTG Nasional

BANGGAKAN PASER: Juara Harapan I Lomba TTG Nasional, Ali Maulana (berkopiah) asal Kabupaten Paser didampingi Bupati Fahmi Fadli foto bersama usai menerima penghargaan. IST.


TANA PASER- Dalam Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) Tingkat Nasional XXII tahun 2021 yang digelar oleh Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi di Jakarta, innovator asal Kabupaten Paser, Ali Mauwala yang mewakili Kaltim patut berbangga dengan raihan Juara Harapan I.

Malam penghargaan Lomba TTG dihadiri Bupati Paser dr.Fahmi Fadli didampingi Kepala Dinas Kominfo Paser Ina Rosana, dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Chandra Irwanadi.

Lomba TTG Nasional XXII merupakan even nasional yang dilaksanakan setiap tahun, dengan tujuan untuk menjaring kreativitas dan inovasi teknologi akar rumput (grassroot inovation), sekaligus ajang tukar informasi dan promosi terkait dengan inovasi TTG dari seluruh penjuru Tanah Air.

Diketahui, Ali Maulana yang merupakan inovator asal Paser yang terpilih mewakili Kalimantan Timur dalam ajang tersebut bersama 11 nominator dari daerah lainnya antara lain inovator dari Aceh, Lampung, Riau, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Utara, dan Bali.

Dalam ajang tersebut Ali membawa inovasinya yang diberi nama Alat Jemur Efek Rumah Kaca (AJERK). AJERK merupakan jenis alat pengering tanpa bahan bakar, yang memanfaatkan energi matahari untuk mengeringkan makanan dan produk pertanian.

“Alat jemur efek rumah kaca merupakan alat jemur yang portabel, berfungsi sebagai wadah menjemur produk dan bahan makanan seperti ikan, kerupuk, padi, kopi, dan bahan lainnya yang membutuhkan penjemuran,” ujar Ali.

Teori dan prinsip kerja alat ini, kata Ali, menggunakan metode thermogravimetri, yaitu menguapkan sebagian kandungan air pada bahan dengan cara dipanaskan. Sedangkan energi panasnya bersumber dari panas matahari yang diperangkap ke dalam alat dengan sistem rekayasa efek rumah kaca. Alat ini terbuat dari bahan kaca bening dengan ketebalan 5 mm, panjangnya 100 cm, lebar 60 cm, dan tinggi 60 cm. Atapnya menggunakan kemiringan 0/20, total dimensi alat 0,3 meter kubik, dengan pintu sistem geser ke atas.

"Alat ini dilengkapi dengan dua tingkat rak jemur, 2 buah kipas penghembus berdaya 12 volt yang digerakkan energi listrik yang dihasilkan panel surya berdaya 10 watt," jelasnya.

Ali melanjutkan, adapun fungsi kipas untuk menghantarkan udara panas ke bagian bawah dari produk yang dikeringkan dan sebagai pendorong udara basah atau udara yang lembab. Di alat ini terdapat beberapa spoon yang berfungsi sebagai penyerap udara lembab ketika suhu di dalam alat menurun.

"Sehingga udara lembab tidak kembali terserap oleh bahan yang dikeringkan," paparnya.

Dengan harga produksi yang murah, yakni hanya Rp 1,3 juta, alat ini cukup efisien, karena tidak memerlukan bahan bakar minyak maupun listrik dalam pengoperasiannya.

"Yang terpenting, alat ini ramah lingkungan karena tidak menghasilkan polusi dan limbah, serta tidak menghasilkan suara bising," akunya.

Ali menjelaskan, keunggulan lain dari alat in adalah bahan yang dijemur akan lebih higienis karena tidak terkontaminasi serangga, debu, dan polusi. Sedangkan untuk waktu penjemuran, alat ini terbilang efektif karena cukup memakan waktu 1-2 hari saja, tergantung jenis bahan yang dijemur.

"Dengan kehadiran alat ini kami berharap dapat mempercepat proses produksi untuk industri skala rumah tangga. sehingga dengan demikian alat ini membantu meningkatkan ekonomi masyarakat," pungkasnya. (tom/cal)




Moderated by Admin Sosmed BalPos 2


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment




UPAH MINIMUM TAHUN 2021
Daerah Sektor Nominal (Rp.)
BALIKPAPAN UMUM 3,069,315
BERAU UMUM 3,386,593
BONTANG UMUM 3,182,706
KUBAR UMUM 3,386,593
KUKAR UMUM 3,179,673
KUTIM UMUM 3,140,000
PASER UMUM 3,025,172
PPU UMUM 3,363,809
SAMARINDA UMUM Update menyusul

Temukan juga kami di