Juragan Rongsokan Dibunuh Mantan Karyawan




04 Sep 2020, 10:57:30 WIB

Juragan Rongsokan Dibunuh Mantan Karyawan

INTEROGASI: Kapolsek Jetis Kompol Suharyono menginterogasi pelaku di Mapolsek Jetis. Petugas juga menyita sabit yang digunakan pelaku untuk membunuh korbannya.


  Balpos.com, MOJOKERTO - Pelaku penganiayaan berujung pembunuhan, Hari Mulyono (49), di Dusun Sidoduwe, Desa Sidorejo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, kini sudah ditahan di Mapolsek Jetis, Rabu (2/9).

Kendati bapak dua anak itu diketahui mempunyai riwayat gangguan jiwa, polisi tetap menetapkan sebagai tersangka atas tewasnya Sutiman (60) yang tak lain adalah tetangga pelaku.

“Status (pelaku) sudah tersangka. Pelaku juga sudah kami tahan di mapolsek,’’ ungkap Kapolsek Jetis Kompol Suharyono.

Hari yang diamankan di sebuah warung kopi (warkop) Desa Perning sesaat setelah kejadian, saat ini masih dalam penyidikan polisi.

Petugas juga mempelajari motif penyabetan korban hingga kondisi kejiwaan pelaku. Suharyono menyatakan, hasil penyelidikan diduga motif Hari membunuh korban tak lain karena tersinggung.

Dari pengakuan tersangka, dia tega membacok korban lantaran mendengar kalimat tak pantas yang dilontarkan korban. Namun lanjut dia, untuk mengungkap fakta tersebut, penyidik perlu melakukan kroscek kepada warga dan saksi-saksi.

’’Kalau memang ada dan diucapkan keras, tidak mungkin warga tidak mendengar. Karena kebetulan di belakang korban juga ada warga yang melintas,’’ paparnya.

Hari dijerat dengan pasal 351 dan 338 KUHP. Yakni pasal 351 tentang penganiayaan yang mengakibatkan korban tewas dengan ancaman hukuman paling lama 7 tahun penjara. Sedangkan pasal 338 tentang pembunuhan hukuman maksimalnya 15 tahun penjara.

Belakangan diketahui dari keterangan sejumlah warga, selama ini Hari sudah tiga kali dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur dan Lawang, Malang. Hari bahkan dikabarkan baru keluar dari RSJ Lawang empat bulan lalu.

Suharyono menegaskan, untuk mengetahui kondisi kejiwaan tersangka, pihaknya akan menggandeng psikiater.

’’Karena sampai saat ini jika kami ajak bicara dan diskusi masih nyambung. Pelaku juga mengakui dia merasa bersalah dan meminta maaf,’’ paparnya.

Namun, jika pemeriksaan psikiater menyatakan Hari mengalami gangguan jiwa, penyidik akan tetap melimpahkan berkas penyidikan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto.

Dijelaskan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang berwenang menentukan perkara ini layak disidangkan atau tidak. Sebab, dari segi aturan penyidik tidak mempunyai kewenangan menghentikan penyidikan jika sudah penuhi alat bukti yang cukup.

Sebelumnya, Hari menganiaya Sutiman di depan rumahnya RT 1, RW 1, Dusun Sidoduwe, Desa Sidorejo pada Senin (1/9) pukul 18.00 WIB. Saat itu korban sedang mengendarai sepeda motor Honda Vario untuk membeli bensin.

Kebetulan, kios BBM berada di depan rumah pelaku. Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto, keduanya memang bertetangga dekat. Rumah Hari hanya sekira 20 meter sisi timur tempat tinggal korban.

Bahkan tersangka pernah bekerja di tempat usaha rongsokan milik korban. Pelaku lantas membacok korban menggunakan sabit hingga beberapa kali. Akibatnya, Sutiman menderita luka bacok di leher, dada, dan punggung. Korban akhirnya tewas saat dirawat di RS Cita Medika, Kecamatan Tarik, Sidoarjo.

’’Luka di bagian dada sebelah kanan juga cukup dalam,’’ tandasnya. (mj/ori/ris/jpc/cal)  




Moderated by Redaksi


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment




UPAH MINIMUM TAHUN 2021
Daerah Sektor Nominal (Rp.)
BALIKPAPAN UMUM 3,069,315
BERAU UMUM 3,386,593
BONTANG UMUM 3,182,706
KUBAR UMUM 3,386,593
KUKAR UMUM 3,179,673
KUTIM UMUM 3,140,000
PASER UMUM 3,025,172
PPU UMUM 3,363,809
SAMARINDA UMUM Update menyusul

Temukan juga kami di