Kandungan Gas Menunggu Hasil Laboratorium

Semburan Gas dan Lumpur di RT 58 Sepinggan Baru


20 Sep 2019, 11:55:49 WIB

Kandungan Gas Menunggu Hasil Laboratorium

CEGAH BAHAYA: BPBD bersama pihak terkait saat melakukan penanganan semburan gas disertai dengan lumpur di Jalan Ruhui Rahayu II, RT 58 Sepinggan Baru.


BALIKPAPAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dibantu dengan pihak Pertamina Hulu Mahakam (PHM), langsung bergerak cepat meninjau lokasi dan melakukan penanganan yang membuat warga heboh. Yakni gelembung di permukaan tanah diduga semburan gas yang disertai dengan lumpur di RT 58 Kelurahan Sepinggan Baru, Kecamatan Balikpapan Selatan (Balsel). Pasalnya semburan itu berada pada rumah sekaligus toko bangunan Lembah Alam di Jalan Ruhui Rahayu II Nomor 98.

Sembari menunggu penelitian laboratorium lebih lanjut, diharapkan kepada pemilik untuk terus memantau perkembangannya. Karena semburannya itu keluarnya tak stabil, yakni kerap kecil dan agak besar.

“Hanya saja tindakan yang kami sarankan kepada pemilik, supaya memantau terus perkembangannya, karena tak tahu kandungannya seperti apa. LL (low Ekslusif Limit) atau daya ledak juga naik turun dari 5 dan 7 persen,” kata Kepala BPBD Suseno didampingi Housing Commander PHM, Asep Dedi.

Lanjut Suseno, usai melakukan pengecekan untuk kandungan O2 dan H2S masih normal. Hanya saja LL-nya yang 5 sampai 7 persen. Sehingga hal itu dapat berpotensi menyebabkan untuk terjadinya kebakaran.

“Semburannya bukan hanya gas, tapi berupa lumpur juga. Dan kami sudah bersama-sama dengan Dinas Lingkungan Hidup, kemudian minta bantuan dari Pertamina Hulu Mahakam, pihak kecamatan Balikpapan Selatan, kelurahan dan polsek selatan. Kami sudah lakukan pengecekan dan normal. LL-nya antara lima sampai tujuh persen. Berarti itu, berpotensi kalau ada sumber api bisa menjadi kebakaran,” sambungnya.

Selain mengimbau kepada pemilik untuk tetap memantau perkembangan, Suseno juga menyarankan untuk membongkar atapnya. Hal tersebut guna memperbaiki sirkulasi udara agar lebih lancar dan baik lagi. Termasuk tumpukan kayu yang digunakan untuk menutup semburan disingkirkan.

“Serta tumpukan kayu ini yang bisa jadi bahan bakar itu harus disingkirkan. Selanjutnya jangan sampai ada kegiatan yang bisa menyebabkan kebakaran, seperti prang merokok, atau membuat api,” pintanya.

Asep Dedi menuturkan, keberadaan pihaknya untuk melakukan pemeriksaan pada kandungan gas. Dimana untuk oksigen masih pada batas normal, yakni 20,8.

“LL sampai lima antara tujuh. Kemungkinan kalau diatas 15 itu akan mudah terbakar. Untuk H2S sa,pai saat ini masih pada titik nol, ini ini ciri-cirinya seperti bau telur busuk adalah gas berbahaya karena beracun,” jelas Asep.

Sebelumya pemilik ruko, Ali menerangkan, awalnya dia mendengar suara gelembung saat hendak memberi makan ayamnya pada Senin (16/9) lalu. Namun belum mengetahui bahwa itu diduga semburan minyak. Hal tersebut diketahuinya dari warga pasca melihat adanya cairan minyak yang mengalir di parit yang asal muasal dari arealnya.

“Pas habis magrib, saya pas kasih makan ayam di belakang. Di situ ada bunyi bluk-bluk. Akhirnya saya mengatasinya dengan mengalirkan ke parit. Kami kira air saja yang kehitam-hitaman. Ternyata bunyi itu semburan minyak,” papar Ali. (wal/rus)




Moderated by Redaksi


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment




UPAH MINIMUM TAHUN 2021
Daerah Sektor Nominal (Rp.)
BALIKPAPAN UMUM 3,069,315
BERAU UMUM 3,386,593
BONTANG UMUM 3,182,706
KUBAR UMUM 3,386,593
KUKAR UMUM 3,179,673
KUTIM UMUM 3,140,000
PASER UMUM 3,025,172
PPU UMUM 3,363,809
SAMARINDA UMUM Update menyusul

Temukan juga kami di