Kejari Paser Geledah Kantor Perumdam Tirta Kandilo

Selidiki Dugaan Korupsi Sambungan MBR 2021


01 Okt 2022, 10:37:01 WIB

Kejari Paser Geledah Kantor Perumdam Tirta Kandilo

GELEDAH: Para jaksa saat melakukan pengeledahan paksa Kantor Perumdam Tirta Kandilo. (IST)


TANA PASER- Kejaksaan negeri (Kejari) Paser melakukan penggeledahan kantor Perumda Tirta Kandilo, karena adanya dugaan kasus korupsi pelaksanaan kegiatan pengadaan sambungan air bersih, sambungan rumah (SR) masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di tahun 2021.

Para jaksa Kejari Paser berada di Kantor Perumdam Tirta Kandilo Jalan DI. Panjaitan Desa Tepian Batang, fokus penggeledahan guna mengumpulkan bukti dokumentasi penyelewengan anggaran.

Kepala Kejari Paser Rajendra D Wiritanaya mengatakan, pengeledahan yang dilakukan guna menyelamatkan potensi kerugian negara yang diakibatkan dari adanya dugaan korupsi di Tubuh Perumda Tirta Kandilo.

"Kami disini berupaya untuk menyelamatkan kerugian negara yang diduga telah terjadi tindak pidana Korupsi. Indikasinya berkaitan dengan pemasangan SR-MBR pada penggunaan anggaran tahun 2021," kata Rajendra, Jumat (30/9).

Rajendra melanjutkan, dalam pelaksanaan penyaluran SR-MBR tersebut, anggaran sebesar Rp 3,9 miliar. Namun Kejari Paser belum bisa memastikan besaran kerugian negara akibat adanya dugaan tindak pidana korupsi tersebut.

"Sampai hari ini kami masih melakukan penggeledahan untuk mengumpulkan bukti-bukti dokumen pelaksanaan kegiatan di tahun 2021. Ini untuk melanjutkan proses penyelidikan," ujarnya

Sementara itu Kasi Pidsus Kejari Paser Doni Dwi Wijayanto menambahkan, dalam kasus tersebut, Kejari Paser telah memeriksa 16 saksi. Dari keterangan saksi tersebut, pihak Kejari Paser memerlukan bukti pendukung berupa dokumen kegiatan.

"Ada beberapa ruangan sebagai penyimpanan dokumen kegiatan di kantor Perumdam Tirta Kandilo, kami juga sempat memeriksa koperasi sebagai pihak pelaksana kegiatan. Beberapa bukti kegiatan pelaksanaan sudah kami amankan," akunya.

Dalam kasus tersebut kata Doni, Kejari Paser sudah meningkatkan pada tahap penyidikan sejak 15 September lalu. Indikasi tindak pidana korupsi yang terjadi,diduga pada pelaksanaan pengadaan barang dan jasa melalui program SR-MBR.

"Pada proses penyambungan pipa, terdapat pengadaan barang dan jasa dengan nominal yang tidak seharusnya. Tapi disini kami masih akan lakukan penyelidikan lebih dalam," ujarnya. (tom/han)




Moderated by Admin Sosmed BalPos


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment




UPAH MINIMUM TAHUN 2021
Daerah Sektor Nominal (Rp.)
BALIKPAPAN UMUM 3,069,315
BERAU UMUM 3,386,593
BONTANG UMUM 3,182,706
KUBAR UMUM 3,386,593
KUKAR UMUM 3,179,673
KUTIM UMUM 3,140,000
PASER UMUM 3,025,172
PPU UMUM 3,363,809
SAMARINDA UMUM Update menyusul

Temukan juga kami di