Kenaikan Operasional Ketua RT Dianggap Terlalu Besar

Pemprov Minta Perbup Direvisi


14 Jan 2020, 09:05:32 WIB

Kenaikan Operasional Ketua RT Dianggap Terlalu Besar

Dul Azis


balpos.com, PENAJAM - Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Dul Azis mengatakan, draf peraturan bupati (Perbup) tentang kenaikan gaji dan insentif perangkat desa se-PPU telah rampung.

Bahkan, draf perbup telah diteken oleh bupati. Kemudian, diajukan ke Pemprov Kaltim untuk dievaluasi. Draf Perbup kenaikan gaji dan tunjangan perangkat desa tersebut bergandengan dengan kenaikan operasional ketua RT. Dalam draf tersebut anggaran operasional RT mengalami kenaikan menjadi Rp 2 juta per bulan.

Namun, Pemprov Kaltim meminta perbup tersebu direvisi. Karena, menilai operasional Ketua RT terlalu besar. “Perbupnya sudah selesai. Tapi, provinsi mengembalikan deafnya dan kita disuru revisi. Karena operasional RT sebesar Rp 2 juta dianggap besar. Karena kenaikan gaji perangkat desa dan operasional RT dalam perbup yang sama,” kata Dul Azis pada media ini, kemarin.

Dul Azis menyatakan, pihaknya akan menyelesaikan perbup kenaikan gaji dan tunjangan perangkat desa dan operasionel RT sesuai yang ditergetkan oleh bupati. “Sebenarnya drafnya sudah ada, tinggal revisi sedikit,” bebernya.

Meskipun evaluasi Pemprov Kaltim terkait kenaikan operasional RT yang dianggap terlalu besar, Dul Azis menyatakan, pemerintah daerah tetap akan mengajukan kembali dengan angka yang sama. “Operasional RT yang diajukan di perbup, itu tetap sama. Mudah-mudahan di provinsi tidak permasalahkan itu. Kita akan menyelesaikan perbup sesuai dengan target bupati,” tandasnya. (kad/ono)




Moderated by adminbp


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment