Kuota Jalur Prestasi Jadi 30 Persen dan Zonasi 50 Persen




22 Jan 2020, 13:10:52 WIB

Kuota Jalur Prestasi Jadi 30 Persen dan Zonasi 50 Persen

Muhaimin


balpos.com, BALIKPAPAN - Kuota Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020 untuk sekolah negeri bakal mengalami perubahan. Hal ini mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) terbaru. Yakni 50 persen untuk zonasi, 15 persen afirmasi, 5 persen perpindahan serta 30 persen prestasi.

Demikian diungkapkan Kepala Disdikbud Kota Balikpapan Muhaimin. Bahwa kuota untuk jalur prestasi sebelumnya hanya 5 persen lalu naik menjadi 15 persen, kini lebih besar lagi kuotanya menjadi 30 persen. Itu artinya kesempatan siswa berprestasi untuk memilih sekolah impiannya akan kembali terbuka.

"Jadi melalui jalur prestasi bisa lintas zona. Lebih banyak lagi. Sementara untuk zonasi hanya 50 persen saja, kan sebelumnya 90 persen. Kebijakan ini dari Kemendikbud. Untuk memberi peluang supaya yang berprestasi bisa lebih memilih sekolah yang diinginkan," ungkapnya kemarin (21/1).

Dengan begitu, untuk 2020 ini sistem yang digunakan akan berbeda dari tahun sebelumnya. Termasuk dari jalur keluarga tidak mampu, saat ini menggunakan jalur afirmasi.

"Sekarang di PPDB jalur afirmasi. Jalur ini diberi kuota 15 persen dari PPDB. Jadi pesertanya, syaratnya harus memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau terdata dalam Program Keluarga Harapan (PKH). Ini dasarnya asal punya dua ini bisa masuk jalur afirmasi," jelas Muhaimin.

Lebih lanjut Muhaimin mengakatan, jumlah siswa yang bakal mengikuti Ujian Nasional (UN) tahun ini sekira 11.875 anak, sementara SMP sekitar 10.400. Untuk jumlah ini, menurutnya aman karena sudah dilakukan penambahan rombel di sejumlah sekolah padat.

"Kan yang membuat tidak aman karena semua mau masuk sekolah negeri," katanya.

Namum ia memastikan dari 39 RKB di semua sekolah SMP akan mencukupi. Sementara untuk penambahan rombel SD ada 36 hingga 38.

"Jadi kapasitas SMP sampai nanti kelulusan 2020 ini bisa terakomodir sampai 65 persen dari target kita maksimal 75 persen. Karena sebelum ada penambahan RKB hanya 59 persen. Jadi target kita itu dicapai 2 tahun, 2020 dan 2021," sebut Muhaimin.

Sementara itu, sampai saat ini para siswa masih dalam proses persiapan Ujian Nasional yang rencananya akan dilaksanakan akhir April untuk SD maupun SMP.

"Kalau terkait UN siswa masih mengikuti latihan soal. Jadi tetap akan dilalui dengan ujian sekolah berstandar nasional (USBN) lalu UN. Nanti 2021 kan baru dihapuskan," terangnya lagi.

Untuk UN ini pun karena masih nasional maka ada pelaksana dari Kemendikbud dan dilaksanakan secara daring seperti sebelumnya.

"Jadi sekarang kelulusan masih berdasarkan USBN," tandasnya. (cha/vie)




Moderated by adminbp


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Kurs Valuta

UPAH MINIMUM TAHUN 2020
Daerah Sektor Nominal (Rp.)
KALTIM UMUM 2.981.378,72
BALIKPAPAN UMUM 3.069.315,66
BERAU UMUM 3.386.593,23
BONTANG UMUM 3.182.706,00
KUBAR UMUM 3.309.555,00
KUKAR UMUM 3.179.673,00
KUTIM UMUM 3.140.098,00
PASER UMUM 3.025.172,00
PPU UMUM 3.363.809,79
SAMARINDA UMUM 3.112.156,40