Lagi Romantis-Romantisnya, Eh, Digigit Buaya

Dikira Ikan Besar, Gigit Bokong dan Lengan


20 Des 2019, 12:57:35 WIB

Lagi Romantis-Romantisnya,  Eh, Digigit Buaya

BERSYUKUR: Nursaniah dan Arsani (suami) berhasil selamat dari terkaman buaya di perairan laut Pendopo Mangrove Teritip, Balikpapan Timur.


balpos.com,  BALIKPAPAN - Pasangan suami istri (pasutri) Arsani (50) dan istri Nursaniah (54)  termasuk keluarga romantis. Keduanya sering berduaan di laut mencari ikan. Di sela mencari ikan dengan cara merenggek, Arsani dan Nursainah sering bermain-main dengan suasana romantis, berenang-berenang di pantai. Kebetulan Nursaniah belum mahir berenang dan minta diajari oleh suaminya, Arsani.

Namun, suasana romantis pasutri warga RT 8, Teritip Laut, Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur ini, tiba-tiba berubah meringis menahan sakit, bahkan berubah suasana mengerikan. Bagaimana tidak, ketika Nursaniah belajar berenang sambil memegangi punggung suaminya, tiba-tiba disambar seekor buaya yang panjangnya sekitar 3 meter. Kejadian tersebut berlangsung

Rabu (11/12)  lalu sekira pukul 07.00 Wita. Saat kejadian, pasutri itu bersama anaknya Muhammad Syahrul Gunawan (16) yang juga sedang merenggek ikan.

Beruntung nyawa pasutri itu masih terselamatkan, namun mengalami luka-luka. Nursaniah mengalami luka-luka gigitan buaya di  bagian bokong dan mendapatkan 8 jahitan. Sedangkan, Arsani mendapatkan 14 jahitan di tangan sebelah kanan.

Balikpapan Pos menyambangi kediaman Arsani dan Nursaniah, Kamis (19/12) kemarin siang. Nursaniah mengatakan, awalnya dia bersama suami dan anaknya sedang merenggek ikan yang memang menjadi pekerjaan sehari-hari dalam memenuhi kebutuhan keluarga tersebut. Sebelum kejadian, ia bersama suami tak terbesit sedikitpun di pikirannya bakal mendapatkan serangan buaya.

Saat itu air laut lagi pasang. Nursaniah pun memutuskan untuk sedikit menepi di pinggir laut, dan anaknya naik ke pendopo. Sembari menunggu air laut surut, Nursainah meminta untuk diajarkan berenang suaminya, Arsani.

“Jadi saya berenanglah dan berpegang belakang (punggung suami, Red) sambil bedayung kaki. Tiba-tiba ada yang hantam pantat saya. Saya bilang ke suami saya, Pi tendang pantat saya kah?  Suami saya jawab, nggak ada Mi. Ya, saya kira kaki suami tendang saya. Kemudian pindah di depan, sambil berenang. Tiba-tiba ada yang hantam lagi, langsung saya terlempar ke bibir pantai, dan suami saya terlempar ke renggek kira-kira satu meter,” kata Nursaniah.

Dia belum menyadari, sesuatu yang menyenggol bokongnya adalah buaya. Nursaniah pun santai dan tak berpikir hal aneh. Namun tiba-tiba ia kaget, ada buaya terlihat di dekatnya. “Saya kira ikan besar yang tersangkut di renggek. Tapi nyatanya buaya,” ujar Nursaniah.  Seketika itu, Nursniah merasa gigitan di pantatnya, seketika dan berlari menepi. Begitu juga, suaminya Arsani. Tangan kanannya kena gigitan buaya, seketika berlari menepi.

“Saya tanya apa itu Pi, saya kira ikan besar. Berbalik mau lari, suami saya teriak, buaya Mi. Kami lari sudah tak karuan, dan buaya juga langsung mundur. Cuma saat itu terasa ada yang cidera, kalau lukanya belum tahu saat itu. Saya lihat itu suami saya sudah lemes. Makanya langsung saya buka bajunya, barulah darah itu keluaran dan kelihatan lukanya,” sambung Nursaniah.

Saat sudah menepi,  keduanya merasa bersyukur karena selamat dari terkaman buaya. Usai kejadian Arsani dan Nursaniah langsung menuju ke Puskesmas Teritip guna mendapatkan perawatan.

“Saya langsung ke puskesmas hari itu juga. Pantat saya ada delapan jahitan, dan tangan bapak ada 14 jahitan,” terangnya.

Dirinya pun berencana ke pihak Kelurahan Teritip untuk membicarakannya, dan berharap setelahnya ada solusi. Karena ia bersama dan suami tak berani merenggek. Padahal itu mata pencarian sehari-harinya. “Rencana ini mau ngelapor ke kelurahan. Ya kami melaporkan minta bantuan, supaya ada penanganan dari instansi terkait, biar merasa aman saat merenggek,” tutup Nursaniah. (wal/ono)




Moderated by adminbp


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Kurs Valuta

UPAH MINIMUM TAHUN 2020
Daerah Sektor Nominal (Rp.)
KALTIM UMUM 2.981.378,72
BALIKPAPAN UMUM 3.069.315,66
BERAU UMUM 3.386.593,23
BONTANG UMUM 3.182.706,00
KUBAR UMUM 3.309.555,00
KUKAR UMUM 3.179.673,00
KUTIM UMUM 3.140.098,00
PASER UMUM 3.025.172,00
PPU UMUM 3.363.809,79
SAMARINDA UMUM 3.112.156,40