Mayoritas Obyek Wisata di Balikpapan Terapkan CHSE

Disporapar Ajak Masyarakat Ikut Mempromosikan


21 Sep 2021, 09:33:08 WIB

Mayoritas Obyek Wisata di Balikpapan Terapkan CHSE

AKRAB:Kepala Bidang Pariwisata Disporapar Balikpapan Abdul Majid (paling kiri) berfoto bersama di sela-sela simulasi CHSE, di Hotel Novotel Balikpapan


BALIKPAPAN- Kementerian pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menilai sejumlah obyek wisata di Balikpapan telah menerapkan CHSE atau Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan).

Koordinator Promosi dan Publikasi Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran Direktorat Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran Kemenparekraf, Titik Wahyuni, mengatakan, dari hasil kunjungan Kemenparekraf pada beberapa lokasi wisata di Balikpapan, mayoritas telah menerapkan CHSE yang telah disosialisasikan untuk menjaga kesehatan agar tidak terpapar Covid-19.

"Begitu juga di Desa Wisata semua juga menerapkan, sign nya juga ada, tidak boleh berkerumun ada jarak. Sign sign itu bagian dari CHSE, alhamdulillah ternyata di desa pun mereka sudah melaksanakan,"kata  Tutik Wahyuni, kepada media ini, di Hotel Novotel, Jumat (17/9)

Dari kegiatan tersebut, Tutik berharap awak media dapat membantu mempromosikan wisata di Balikpapan untuk meingkatkan jumlah kunjungan.

"Media diharapkan mampu mensosialisasikan obyek wisata berbasis CHSE," ujarnya.

Tutik juga berharap para stakeholder untuk menyamakan persepsi dalam melaksanakan CHSE pariwisata sebab kebutuhan ekonomi berbanding lurus dengan kesehatan dan saling mendukung.

Hal senada diungkapkan Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan  Abdul Majid, ia mengatakan, pariwisata merupakan tanggung jawab bersama antara masyarakat dan pemerintah.

"Baik pemerintah daerah, pemerintah pusat semua harus terlibat. Karena ini kan dampaknya kepada masyarakat luas, bukan secara pribadi. Jadi harus dipikirkan bersama oleh semua elemen masyarakat,"katanya.

Menurut Majid, maju dan tidaknya pariwisata tergantung bagaimana cara mempromosikan. Namun hal yang paling utama benahi terlebih dahulu lokasi wisata baru dipromosikan.

"Jangan sampai, bunuh diri. Artinya tidak siap baru kita promosikan, banyak orang datang, nggak siap, artinya tidak layak untuk dikunjungi. akhirnya orang tidak respect,"akunya.

Terkait promosi, sekarang lebih mudah berkat adanya teknologi internet saat ini. Dalam hitungan detik apa yang disampaikan bisa menjangkau seluruh Indonesia bahkan seluruh dunia.

Majid menambahkan, sebagai bentuk dukungan dari pemerintah yaitu dengan cara melakukan banyak kegiatan, termasuk mendatangkan orang untuk berwisata di Balikpapan dengan hal itu bisa menambah perputaran ekonomi sehingga masyarakat bisa merasakan dampaknya.

“Di Balikpapan untuk promosi wisata masih terus digencarkan, termasuk lewat brosur, dari mulut ke mulut. Dan bagian promosi terus mempromosikan wisata yang ada,” ujarnya.

"Mari kita kerja keras, banyak berbenah, saling membantu saling mendukung kemudian sama sama mempromosikan kalau memang pariwisata layak untuk dipromosikan,"pungkasnya. (jam/vie)




Moderated by Admin Sosmed BalPos


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment




UPAH MINIMUM TAHUN 2021
Daerah Sektor Nominal (Rp.)
BALIKPAPAN UMUM 3,069,315
BERAU UMUM 3,386,593
BONTANG UMUM 3,182,706
KUBAR UMUM 3,386,593
KUKAR UMUM 3,179,673
KUTIM UMUM 3,140,000
PASER UMUM 3,025,172
PPU UMUM 3,363,809
SAMARINDA UMUM Update menyusul

Temukan juga kami di