Nelayan Damai Lima Hari Tak Melaut

Perahu Kandas, Pasir di Pantai Dikeruk


26 Sep 2019, 13:08:33 WIB

Nelayan Damai Lima Hari Tak Melaut

KERUK PANTAI: Pengerukan bibir pantai dilakukan UPT DPU di Kampung Nelayan, Damai, Balikpapan Kota untuk membuka jalur kapal nelayan.


BalikpapanPos-online.co.id- Sudah lima hari nelayan yang berada di Kelurahan Damai, Kecamatan Balikpapan Kota (Balkot) tidak bisa melaut. Hal itu disebabkan terjadinya pendangkalan pada bibir pantai, sehingga akses masuk perahu nelayan tertutup, perahu pun kandas.

Menindaklanjuti persoalan yang tengah melanda nelayan, tepatnya dari RT 13, 15, 25, dan RT 35, pihak Kelurahan Damai bergerak cepat menginformasikan kepada instansi DPU untuk dilakukan pengerukan pada pendangkalan tepi pantai tersebut.

“Ya mereka (nelayan) sekira sudah lima hari tidak dapat melaut, kami kasihan juga. Soalnya kapalnya tak bisa keluar melaut, karena sedimen pasir itu menutupi,” kata Lurah Damai, Kanti Suharjo, Rabu (25/9) siang.

Dirinya pun merasa prihatin dengan kondisi yang dialami oleh warganya. Mengingat mencari nafkah di laut merupakan mata pencaharian satu-satunya untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.

“Kasihan pastinya, namanya tak bisa melaut. Tapi dengan adanya pengerukan yang dilakukan itu diharapkan dapat selesai cepat, sehingga bisa kembali mencari ikan,” harap mantan kepala unit UPTD Pasar Klandasan ini.

Pengerukan sedimen pasir yang menyebabkan terjadinya pendangkalan itu dikerjakan oleh personel Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Balikpapan. Lurah Kanti Suharjo tak dapat memastikan berlangsung berapa hari.

“Hari ini (kemarin) baru mulai dikerjakan. Saya kurang tahu berapa lama, soalnya juga kembali melihat kondisi cuaca,” terangnya.

Sementara terkait dengan pengerjaan yang baru mulai dilakukan itu, dia meminta kepada warga sekitar untuk dapat bekerja sama, khususnya mengangkut sampah atau limbah plastik yang menggenang.

“Warga sekitar mungkin dapat bekerja sama selama dikeruk. Soalnya sampahnya bukan dari yang terbawa arus. Karena sampah ini nyangkut di patok-patok menyebabkan sedimentasi dan menjadi penghambat,” pungkasnya. (wal/ono)




Moderated by Redaksi


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment




UPAH MINIMUM TAHUN 2021
Daerah Sektor Nominal (Rp.)
BALIKPAPAN UMUM 3,069,315
BERAU UMUM 3,386,593
BONTANG UMUM 3,182,706
KUBAR UMUM 3,386,593
KUKAR UMUM 3,179,673
KUTIM UMUM 3,140,000
PASER UMUM 3,025,172
PPU UMUM 3,363,809
SAMARINDA UMUM Update menyusul

Temukan juga kami di