Pegawai OPD Diimbau Pakai Batik Khas Balikpapan

Hari Batik Nasional, Kenalkan Karakteristik Budaya Balikpapan


02 Okt 2021, 09:08:56 WIB

Pegawai OPD Diimbau Pakai Batik Khas Balikpapan

KENALKAN BUDAYA BALIKPAPAN : Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, Kepala DKUMKMP Balikpapan, Adward Skenda Putra bersama jajaran pegawai lainnya berfoto bersama dengan mengenakan baju batik khas Balikpapan


BALIKPAPAN--Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional pada 2 Oktober 2021, Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian (DKUMKMP) Kota Balikpapan mengimbau kepada seluruh pegawai OPD di Balikpapan untuk dapat mengenakan batik khas Balikpapan. Imbauan ini berdasarkan Keppres no.33 tahun 2009 tentang Hari Batik Nasional dan juga  Perwali no.15 tahun 2016 tentang Pemanfaatan Batik Motif Khas Daerah.

Kepala DKUMKMP, Adward Skenda Putra menyampaikan, imbauan ini juga tertulis dalam Surat Edaran Wali Kota Balikpapan tertanggal 30 September 2021 yang ditujukan kepada para kepala perangkat daerah, pimpinan BUMN/BUMD dan pimpinan perusahaan swasta agar seluruh pegawai dan karyawannya mengenakan pakaian batik kotif khas Balikpapan pada tanggal 1 dan 2 Oktober 2021.

"Tujuannya juga untuk mempromosikan batik motif khas Balikpapan dalam aktivitas kerja," ungkap Edo--sapaan akrab Adward Skenda Putra saat ditemui Balikpapan Pos, Jumat (1/10).

Tak hanya itu, di dalam surat edaran ini juga meminta kepada seluruh pihak untuk melakukan foto bersama dengan mengenakan batik khas Balikpapan dan tetap menerapkan protokol kesehatan. Kemudian, fotonya di-upload ke masing-masing akun media sosial milik OPD, BUKN/BUMD dan perusahaan swasta lainnya.

"Kemudian mereka wajib melaporkan kepada DKUMKMP. Karena kami nanti juga akan membuat berita acara kegiatan Hari Batik Nasional ini ke Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas). Tadi sudah ada yang melaporkan kepada kami, yaitu Disdukcapil, Puskesmas Margomulyo, dan Kelurahan Batu Ampar," terang Edo.

Dalam kesempatan ini, Edo sempat menyebutkan bahwa hingga saat ini ada 6 UMKM binaan DKUMKMP Balikpapan yang bergerak di industri batik Balikpapan. Tapi, ada juga tambahan 2 UMKM baru dan 1 UMKM milik istri Wali Kota, Nurlena Rahmad Mas'ud.

"Sebagian besar sudah memiliki HAKI. Bahkan mereka juga sudah main di pasar nasional," seru Edo.

Dijelaskan, dengan adanya imbauan ini juga sebagai langkah untuk mengenalkan batik-batik khas Balikpapan. Karena, diakui bahwa hingga saat ini pengetahuan  masyarakat Balikpapan mengenai batik khas Balikpapan masih sangat rendah.

Padahal, kata Edo, pihaknya telah menerbitkan buku profil batik Balikpapan yang selalu diperbarui atau di-up date setiap 2 tahun sekali.

"Ini juga agar UMKM kita produknya dapat lebih terjaga. Masyarakat Balikpapan diharapkan bisa lebih menghargai dan membeli batik khas Balikpapan. Tapi, jangan pernah membandingkan batik salah satu daerah dengan daerah lain. Itu tidak apple to apple lah. Karena kan juga filosofinya berbeda. Esensinya, kita harus bisa menunjukkan dan mengenalkan budaya dan ciri khas kota Balikpapan," paparnya.

Lebih jauh Edo menambahkan, batik Balikpapan ke depannya harus bisa dibuat lebih menarik. Yakni bisa mengangkat atau menampilkan gambar flora dan fauna khas Balikpapan. Dicontohkan seperti Batik Papua yang khas menampilkan motif burung Cendrawasih.

"Motif yang kita buat nantinya bukan hanya sekadar motif saja. Harus jelas cerita  dan filosofinya. Selain itu juga ada hak kekayaan intelektualnya," pungkasnya. (cha/han)




Moderated by Admin Sosmed BalPos


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment




UPAH MINIMUM TAHUN 2021
Daerah Sektor Nominal (Rp.)
BALIKPAPAN UMUM 3,069,315
BERAU UMUM 3,386,593
BONTANG UMUM 3,182,706
KUBAR UMUM 3,386,593
KUKAR UMUM 3,179,673
KUTIM UMUM 3,140,000
PASER UMUM 3,025,172
PPU UMUM 3,363,809
SAMARINDA UMUM Update menyusul

Temukan juga kami di