Pergatsi Balikpapan Ingin Bayar Kegagalan di Porprov

Sudah Sejajar dengan Daerah Lain


02 Jun 2020, 12:02:37 WIB

Pergatsi Balikpapan Ingin Bayar Kegagalan di Porprov

TETAP LATIHAN: Para atlet gateball tetap mendapatkan porsi latihan di lapangan futsal dengan memperhatikan protokol kesehatan.


Balpos.com, BALIKPAPAN - Cabor gateball memang belum menunjukkan tajinya di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2018 di Kutai Timur lalu. Kota Minyak hanya mampu meraih satu medali perunggu di kelas beregu campuran oleh Hariyanto-Diah. Tentu, raihan tersebut bukan yang diinginkan para pengurus Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (Pergatsi) Balikpapan.

Hanya saja, hasil minor didapat bukan tanpa alasan. Baru mengenal olahraga gateball kurang lebih empat bulan sebelum terjun ke Porprov Kutim, menjadi penyebabnya. Sementara, daerah lain justru jauh lebih lama. Mayoritas mengenalnya sudah lima tahun lamanya, sehingga dari segi jam terbang dan pengalaman, mereka cukup baik.

Di sisi lain, kata dia untuk aturan permainan pun sebagian besar para atlet masih kebingungan. Maka dari itu, satu perunggu yang didapat sejatinya sudah bagus saat menghadapi atlet yang tiga tingkat kemampuannya lebih baik dari atlet Kota Minyak. “Ini yang menjadi faktor, kami belum mampu meraih satu keping emas pun. Masih ada persiapan dua tahun dari sekarang, optimis bisa lebih baik lagi,” kata Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Pergatsi Balikpapan, Sukisno Winata, Senin (1/6) kemarin.

Untuk saat ini, mantan manager Persiba Balikpapan ini menambahkan sudah sejajar dengan daerah lain yang duluan mengenal olahraga gateball. “Kalau sekarang kami sudah siap dam bertekad untuk merebut medali sebanyak-banyaknya. Setidaknya minimal meraih emas,” akunya.

Ya memang kekuatan gateball, kata dia sudah sangat meningkat. Apalagi di masa pandemi seperti ini, intensitas latihan tetap dilakukan selama dua kali dalam seminggu. “Sebenarnya kami kehilangan atlet terbaik. Karena Hariyanto peraih perunggu Kutim lalu sudah meninggal dunia di umur 41 tahun. Tapi kami sudah menyiapkan penggantinya dan proses pembinaan berjalan terus,” jelasnya.

Sementara selama pandemi, dia mengatakan porsi latihan tetap sama. Hanya tempat latihannya tidak dilakukan di tempat umum seperti biasanya. Biasanya, berlatih di Lapangan Merdeka kini dialihkan ke lapangan futsal. Itu pun dilakukan secara bergantian setiap latihan di dalam lapangan dan diusahakan tidak terlalu banyak orang. “Jam latihannya pun dikondisikan agar tidak ada orang yang bermain futsal. Dan terpenting menggunakan masker dan cuci tangan,” pungkasnya. (ham/pri)




Moderated by Redaksi


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment




UPAH MINIMUM TAHUN 2021
Daerah Sektor Nominal (Rp.)
BALIKPAPAN UMUM 3,069,315
BERAU UMUM 3,386,593
BONTANG UMUM 3,182,706
KUBAR UMUM 3,386,593
KUKAR UMUM 3,179,673
KUTIM UMUM 3,140,000
PASER UMUM 3,025,172
PPU UMUM 3,363,809
SAMARINDA UMUM Update menyusul

Temukan juga kami di