Ratusan Anak Kecanduan Gadget Dirujuk ke RSPB

Mengeluh Sakit Mata, Bahaya Computer Vision Syndrome


08 Nov 2019, 09:25:19 WIB

Ratusan Anak Kecanduan Gadget Dirujuk ke RSPB

BALIKPAPAN - balpos.com, Ini perhatian serius bagi para orangtua terhadap anak-anaknya. Rumah sakit di Balikpapan akhir-akhir ini kebanjiran pasien sakit mata di usia dini. Hal ini dipicu anak-anak usia dini kecanduan memainkan gadget sehingga matanya menjadi sakit dan perih serta pandangan mulai berkurang.

Hal ini diungkapkan oleh Wali Kota Balikpapan HM Rizal Effendi SE dalam giat di Gedung Arsip dan Perpustakaan Daerah, Kamis (7/11)  pagi kemarin. Dia mengatakan adanya 120 orang anak yang dirujuk ke Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) lantaran mengeluhkan sakit mata akibat bermain gadget.

"Iya saya baru dapat informasi katanya ada sekitar 120 anak itu berobat sakit mata karena kecanduan gadget. Ini sangat mengkhawatirkan dan disayangkan. Mohon bagi bapak ibu untuk selalu dijaga anaknya, dibatasi main gadgetnya, karena kasihan anak kita," kata Rizal dalam sambutannya.

Dikonfirmasi kepada Dokter Spesialis Mata di RSPB, dr Lilik Sujarwati SpM membenarkan adanya kunjungan pasien yang meningkat dari sebelumnya terkait keluhan sakit mata pada anak-anak usia dini. Dirinya yang menangani langsung pun mengakui trend keluhan sakit mata semakin tinggi sejak anak-anak kecanduan bermain gadget.

"Kalau sebulan seratusan itu ada anak-anak kecil itu. Sehari kunjungannya aja 50 anak, kalau weekend sampai 90-an anak. Mereka keluhannya Computer Vision Syndrome (CVS). Kalau sebulan itu cukup banyak ya, apalagi setahun ini," sebut Lilik dihubungi media ini,  kemarin.

Lilik menyayangkan pola asuh saat ini yang membiarkan anak-anak usia dini sudah memegang gadget dan membiarkan untuk mengkonsumsinya mentah-mentah dengan alasan agar sang anak tidak rewel. Padahal gadget tersebut akan merusak motoriknya dan penglihatannya. Efeknya mata sang anak bisa berkurang penglihatannya hingga akhirnya mengalami Computer Vision Syndrome (CVS).

"Karena kebanyakan orangtua ini supaya nggak mau ribet ya dikasih gadget supaya diem. Tapi kadang berlebihan jadi anak asyik sendiri. Jadi keluhannya anak itu matanya jadi sakit karena melihat terlalu dekat. Efeknya itu gangguan refreaksi, anak itu butuh kacamata, jadi kemampuan bacanya itu nggak sampai 100 persen, cuma 70 persen bahkan ada yang sampai 40 persen aja," ungkapnya.

Memang tidak hanya anak-anak saja yang menjadi pasien Lilik, melainkan orang dewasa yang mengalami hal serupa lantaran kecanduan bermain gadget. Sebab era saat ini siapapun telah memiliki gadget dan dengan mudah mengoperasikannya.

"Tapi sekarang CVS itu nggak hanya anak-anak tapi orang dewasa juga kena, karena kan semua orang punya gadget. Kalau sekarang kan anak-anak aja sudah dipegangi gadget jadi ya ikut-ikutan mereka," tuturnya.

Adapun cara penanganan dan pencegahan terhadap penyakit mata akibat gadget ini menurut Lilik yakni pola bermain gadget harus lebih diatur. Dia mengatakan pola 20 20 merupakan pola yang pas agar mata terus terjaga kesehatannya meskipun kita sering bermain gadget.

"Kalau memang dia ada gangguan itu ya dikoreksi dengan kacamata sesuai ukuran, terus dikasih obat tetes mata biar matanya segar dan tidak mudah capek. Kemudian ada aturannya main gadget itu 20 20. Jadi 20 menit kita main gadget, 20 detik kita istirahatkan mata dari jarak pandang yang dekat. Misalnya selesai main gadget selama 20 menit, itu stop lalu lihatlah pandangan yang jauh-jauh minimal enam meter. Boleh melamun tapi jangan lihat yang dekat, karena mata itu kan pegal, dia butuh istirahat. Dengan melihat yang jauh mata itu bisa kembali segar," terangnya.

Selain itu Lilik mengimbau kepada orangtua agar menerapkan pola bermain gadget anak saat dirumah dengan sebaik mungkin. Seperti yang Lilik terapkan dirumahnya yakni hanya weekend saja buah hatinya diberi toleransi untuk bermain gadget.

"Kalau saya pola nya itu anak jangan dikasih gadget dulu bagi yang masih usia dini. Ada pola nya, misalnya hari Senin sampai Jumat itu nggak boleh dipegangi gadget, tapi kalau weekend nggak masalah karena kan weekend juga. Jadi hari Senin sampai Jumat itu biar motoriknya yang bermain," pungkasnya. (yad/ono)




Moderated by adminbp


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment