RTH Harus Diseriusi Pemkot

Pemeliharaan Taman Melawai 2 Tak Terproses dengan Baik


20 Sep 2019, 11:57:38 WIB

RTH Harus Diseriusi Pemkot

BEDA NASIB: Kondisi Taman Melawai 2 yang sangat memprihatinkan (kiri). Sangat berbeda dengan perawatan yang dilakukan di Taman Bekapai.


BALIKPAPAN – Kaltim sudah ditetapkan  menjadi ibu kota negara (IKN) baru. Presiden pun sudah mengumumkan, pusat pemerintahan di sebagian wilayah Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara.

Kota Balikpapan sendiri menjadi kota penyangga IKN. Tentunya hal tersebut harus menjadi perhatian serius oleh pemerintah kota (pemkot), khususnya dalam mendesain tata ruang kota.

“Sehingga Kota Balikpapan menjadi kota penyangga nantinya. Terlepas ada pemberitaan pemindahan IKN di Kaltim, pemerintah kota Balikpapan harus dapat mendesain tata ruang kota yang dapat menyejukkan dan dapat memberikan rasa nyaman pada masyarakat,” kata Ketua Forum Masyarakat Untuk Transparasi, Hery Sunaryo, kemarin.

Lanjut Hery, salah satunya bagaimana melakukan desain tata RTH di Kota Balikpapan. Mengingat keberadaan RTH sangat penting keberadaannya di dalam tata ruang.

“Selama ini kalau kami lihat ada beberapa titik RTH, seperti di Bekapai dan Taman Tiga Generasi, wilayah Ringroad RTH seperti ini harus diperbanyak atau harus dipersentasikan keberadaan di Kota Balikpapan,” sambungnya.

Ia menerangkan, keberadaan RTH itu memiliki manfaat yang luar biasa. Seperti fungsi ekologi, paru-paru kota atau wilayah, tumbuhan dan tanaman hijau yang terdapat dalam RTH dapat menyerap karbondioksida, menambah oksigen, menurunkan suhu dengan keteduhan dan kesejukan, kemudian bisa menjadi resapan air.

“Seperti selama ini kita tahu di Kota Balikpapan, ketika hujan terjadi banjir, dan kemarau terjadi krisis air. Sehingga RTH menjadi penting keberadaannya di kota ini,” jelas dia.

Terkait dengan kondisi Taman Melawai 2, Jalan Manuntung, Kelurahan Balikpapan Selatan, Hery menuturkan, jika untuk pemeliharaan tidak terproses dengan baik.

“Nah saya melihat di beberapa titik, RTH misalkan di Taman Melawai 2 itu terlihat proses pemeliharaan tak terproses dengan baik. Karena banyak fasilitas di situ terkait dengan kebersihan dan sarana dan prasarananya.

Dijelaskannya, RTH banyak manfaatnya bagi masyarakat. Sehingga sarana dan prasarana tentunya pemerintah kota harus dapat melihat RTH itu dapat menjadi interaksi antar masyarakat. Seperti pagi dan sore menjadi sarana olahraga.

“Keberadaan RTH di Kota Balikpapan harus benar-benar dilihat menjadi hal terpenting dalam perencanaan pembangunan, baik dari sisi pemeliharaannya maupun dari sisi mendesain RTH yang baru,” terangnya.

Hery pun mengharapkan, untuk 6 kecamatan yang ada di Kota Minyak memiliki masing-masing RTH. Mengingat ke depan kebutuhan tata ruang kota Balikpapan akan memiliki beban cukup luar biasa.

“Seperti penambahan penduduk dan juga hal lainnya. Sehingga membutuhkan ruang-ruang sesuai peruntukannya. Jangan sampai kalau hari ini kita wilayah utara dan timur lahan pertanian kita berubah menjadi real estaste. Jadi pemeliharaan RTH harus menjadi perhatian serius oleh pemerintah kota Balikpapan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kabid Pertamanan dan Pemakaman Disperkim Kota Balikpapan Hairul Ilmi mengakui bahwa saat ini taman itu memang kurang perawatan oleh pihaknya. Hal itu dikarenakan belum adanya anggaran perbaikan atau pemeliharaan. (wal/rus)




Moderated by Redaksi


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment




UPAH MINIMUM TAHUN 2021
Daerah Sektor Nominal (Rp.)
BALIKPAPAN UMUM 3,069,315
BERAU UMUM 3,386,593
BONTANG UMUM 3,182,706
KUBAR UMUM 3,386,593
KUKAR UMUM 3,179,673
KUTIM UMUM 3,140,000
PASER UMUM 3,025,172
PPU UMUM 3,363,809
SAMARINDA UMUM Update menyusul

Temukan juga kami di