Telemedicine Berlanjut, Permudah Lansia Berobat Tanpa Menunggu Lama




11 Agu 2022, 09:58:38 WIB

Telemedicine Berlanjut, Permudah Lansia Berobat Tanpa Menunggu Lama

ERA pandemi membuat transformasi kesehatan digital salah satunya dilakukan melalui telemedicine. Teknologi digital di bidang kesehatan semakin luas dimanfaatkan selama pandemi Covid-19 karena keterbatasan mobilitas dan untuk meminimalisir penularan. Telemedicine tetap dibutuhkan sekalipun pandemi Covid-19 sudah terkendali.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ingin agar transformasi digital di bidang kesehatan memudahkan masyarakat tanpa antre lama dan membuat masyarakat tidak nyaman. Menkes budi menekankan pelayanan kesehatan harus mudah diakses masyarakat. Dengan demikian antrean masyarakat tidak terlalu lama lagi.

“Saya ingin segala hal yang membuat masyarakat tidak nyaman itu seperti antrean, parkir, dan nanti berikutnya kebersihan segera dibenahi,” ujar Menkes Budi dalam keterangan Kemenkes baru-baru ini.

Hal ini sejalan dengan transformasi kesehatan yang dicanangkan olehnya, ada 6 pilar transformasi kesehatan yang diinisiasi, antara lain Transformasi Layanan Primer, Transformasi Layanan Rujukan, Transformasi Sistem Ketahanan Kesehatan, Transformasi Sistem Pembiayaan Kesehatan, Transformasi SDM Kesehatan, dan Transformasi Teknologi Kesehatan. Itu adalah 6 kerangka besar yang akan dikejar sampai tahun 2024.

Pembenahan pelayanan antrean di rumah sakit merupakan bentuk transformasi kesehatan di pilar kedua yakni transformasi layanan rujukan. Pada transformasi ini tidak hanya fokus pada pemenuhan fasilitas dan alat kesehatan untuk mengatasi berbagai penyakit, tetapi juga untuk mempermudah masyarakat dalam mendapatkan layanan kesehatan tanpa antre dalam waktu yang lama.

Permudah Lansia

Salah satunya dilakukan oleh Badan Pengelola Kesejahteraan (Bapelkes) Krakatau Steel dengan aplikasi Bapelkes Krakatau Steel Digital Health & Medication. Aplikasi ini memudahkan para pensiunan PT Krakatau Steel untuk berobat ke klinik.

Direktur Utama Bapelkes Krakatau Steel Suriadi Arif mengatakan, melalui aplikasi ini maka pasien bisa daftar untuk memilih dokter untuk konsultasi serta memilih jam kunjungan yang diinginkan. Ia juga menjelaskan, setelah mendaftar maka akan ada balasan berupa informasi nomor urut antrean serta jam berapa pasien akan mulai diperiksa.

“Ketika klinik mulai ramai kita mulai mengatur bagaimana caranya agar orang yang ingin ke klinik tidak harus antre terlalu lama. Karena itu, kita buat aplikasi ini sehingga calon pasien sudah tahu nomor urutnya dan harus datang ke klinik jam berapa. Kalau jadwalnya jam 10 maka sampaik klinik cukup jam 10 kurang 5,” ujar Suriadi Arif dalam Podcast Sofa Panas baru-baru ini.

Lebih lanjut, layanan dengan telemedicine menjadi mudah agar masyarakat mendapatkan edukasi tentang kesehatan tentang penyakit jantung, hipertensi dan lain-lain. Selain itu, rekam medis pasien juga bisa dilihat di dalam aplikasi tersebut.

“Jadi, misalnya si A pernah sakit jantung dan obatnya A,B,C,D dan E maka riwayat medis dalam tiga tahun terakhir kita masukkan di aplikasi itu. Kalau si A pergi ke luar kota dan berobat ke dokter di sana lalu ditanya obat apa saja yang diminum, maka bisa langsung buka aplikasi ini,” jelasnya.

Di masa pandemi, kata dia, aplikasi telemedisin memungkinan para pensiunan untuk berobat secara daring.
Melalui aplikasi telemedisin, jelas Arif, para pasien bisa daftar melalui telepon genggam dan setelah itu dokter yang menghubungi balik lewat sambungan video.

“Lansia, pensiunan, dan orang tua dimudahkan. Semua orangtua itu pernah berjasa di masanya siapa pun orangnya pasti ada ceritanya dan berjaya di masanya masing-masing,” katanya. (jpg/cal)




Moderated by Admin Sosmed BalPos


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment




UPAH MINIMUM TAHUN 2021
Daerah Sektor Nominal (Rp.)
BALIKPAPAN UMUM 3,069,315
BERAU UMUM 3,386,593
BONTANG UMUM 3,182,706
KUBAR UMUM 3,386,593
KUKAR UMUM 3,179,673
KUTIM UMUM 3,140,000
PASER UMUM 3,025,172
PPU UMUM 3,363,809
SAMARINDA UMUM Update menyusul

Temukan juga kami di