Warga Blokade Poros Petung-Sepaku

Jalan Rusak Parah, Protes ke Pemerintah


29 Mei 2020, 09:42:21 WIB

Warga Blokade Poros Petung-Sepaku

PROTES JALAN RUSAK: Warga Kelurahan Sepan sempat menutup jalan Poros Petung-Sepaku di titik yang mengalami kerusakan parah.


Balpos.com, PENAJAM - Warga Kelurahan Sepan, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali memblokade jalan poros Petung-Sepaku sebagai bentuk protes ke pemerintah terkait kondisi jalan yang rusak parah. Warga menutup jalan dengan menanam pisang di tengah jalan, Kamis (28/5). Sehingga arus lalu lintas sempat terganggu. Namun, blokade tidak berlangsung lama dan jalan kembali dibuka.

Menyikapi aksi blokade jalan, Anggota DPRD Kaltim Dapil PPU-Paser Baharuddin Muin mengaku, sebagai anggota DPRD dari perwakilan PPU-Paser terus menyuarakan perbaikan jalan rusak dari Km 38 sampai Petung. Karena, jalan tersebut satu-satunya akses menuju Sepaku.

“Memang kondisi jalan Poros Petung-Sepaku di wilayah Sepan rusak parah. Tidak hanya di situ, saya pernah lewat jalan ke Sepaku, kerusakan terjadi juga di Kelurahan Pemaluan dan kelurahan/desa lainnya,” kata Baharuddin Muin saat dihubungi oleh media ini, kemarin.

Pemprov Kaltim, kata Baharuddin Muin, setiap tahun mengalokasikan anggaran perbaikan jalan jalan poros Petung-Sepaku. Namun, alokasi anggarannya terbatas dan belum mampu mengatasi seluruh kerusakan jalan Poros Petung-Sepaku.

“Kondisi seperti ini, adanya covid-19 anggaran dipangkas 50 persen. Itu juga mempengaruhi anggaran perbaikan jalan Petung-Sepaku yang dialokasikan pemprov,” terangnya.

Politikus Gerindra ini menyatakan, dirinya juga telah menyuarakan agar akses jalan ini diprioritaskan seiring Kecamatan Sepaku ditetapkan sebagai ibu kota negara (IKN).

“Adanya isu IKN, saya menyuarakan agar perbaikan jalan menuju Sepaku diprioritaskan. Karena, ini satu-satunya akses jalan menuju IKN. Dan waktu itu kami meminta pusat turun tangan untuk mengatasi perbaikan jalan. Apalagi status jalan dari Km 38 sampai Petung berstatus jalan nasional,” tuturnya.

Baharuddin Muin juga memaklumi tindakan blokade yang dilakukan warga Sepan. Karena, upaya tersebut sebagai bentuk untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah.

“Itu satu upaya masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya. Karena, memang kondisi jalan  rusak parah. Tapi, kami juga meminta agar warga bersabar. Karena, di tengah kondisi penyebaran virus corona, banyak anggaran yang dialihkan untuk penanganan corona. Saya juga akan tanyakan ke pemerintah dan banggar DPRD Kaltim untuk mastikan apakah anggaran perbaikan jalan tersebut masuk dalam batang tubuh APBD atau tidak,” tandasnya.

Sebelumnya, Lurah Sepan Hariyanto mengatakan, jalan poros Petung-Sepaku yang ada di wilayahnya mengalami kerusakan cukup parah sekira 2 kilometer (Km). “Jalan rusak kurang lebih 2 Km. Jalan rusak itu mulai setelah melewati simpang empat Sotek (Kelurahan Sotek) sampai depan Kantor Lurah Sepan,” kata Hariyanto.

Warga setempat telah bertahun-tahun merasakan kerusakan jalan yang cukup parah. Pada akhir 2018, pihak kelurahan telah menyuarakan hingga ke Pemprov Kaltim agar kerusakan jalan cepat diperbaiki. Namun, sampai tahun ini, belum ada tanda-tanda perbaikan. (kad/ono)




Moderated by adminbp


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Kurs Valuta

UPAH MINIMUM TAHUN 2020
Daerah Sektor Nominal (Rp.)
KALTIM UMUM 2.981.378,72
BALIKPAPAN UMUM 3.069.315,66
BERAU UMUM 3.386.593,23
BONTANG UMUM 3.182.706,00
KUBAR UMUM 3.309.555,00
KUKAR UMUM 3.179.673,00
KUTIM UMUM 3.140.098,00
PASER UMUM 3.025.172,00
PPU UMUM 3.363.809,79
SAMARINDA UMUM 3.112.156,40